Kenali Audiens Anda

Journalists write articles, Marketers tell stories

Apa jadinya surat kabar, majalah tanpa berita ? Tanpa artikel yang ditulis oleh para wartawannya ? Yang pasti majalah/surat kabar tidak diterbitkan pas waktunya. Media sangat ketat dwngan yang namanya deadline.

Mungkin kalo sekedar majalah hiburan, masih mudah dan tidak membuat stress wartawannya. Tapi bagaimana kalau media investigasi yang harus mencari narsum seperti korban, pelaku kejahatan ? Yang pastinya tidak mudah ditemui dan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi untuk ditembus wartawan.

Itulah dinamikanya dalam dunia media.

Terus apa hubungannya dengan kita yang berkecimpung dalam dunia bisnis baik sebagai pemilik sekaligus sebagai seorang marketer yang harus piawai memasarkan produk/jasanya ?

Seperti di atas telah disebutkan kita sebagai CEO juga marketer bisnis kita sendiri, haruslah menjadi seorang story teller yang jempolan bagi produk kita. Bisa dikatakan bisnis tanpa cerita kita tak ubahnya hanya sekedar komoditas belaka yang memang tidak terlalu perlu story. Cukup ada yang beli alhamdulillah, tidakpun disyukuri aja, tanpa target, tanpa resolusi. Kalo maunya seperti itu, cukup sampai di sini bacanya. Tapi kalo ingin pertumbuhan yang lebih besar lagi, ada semangat untuk berkompetisi menjadi yang terbaik, maka teruskan membaca.

Bagi kita yang ingin menjadi pemenang dari pertarungan dan persaingan bisnis wajib memiliki konten yang berkesinambungan dan konsisten dalam pembuatannya. Sama dengan memproduksi produk/jasa kita sendiri, story juga perlu kita produksi secara konsisten.

Lau gimana caranya buat story yang berdampak besar pada dagangan kita ? pada bisnis kita di masa depan ?

Jawabannya adalah KNOW YOUR AUDIENS

Saya mau cerita dikit nih gara-gara ga tahu audiensnya teman saya yang diundang pada sebuah cara, ngelawak dari awal sampai akhir gariiiing banget, gak ada yang ketawa sama sekali. Kalo diinget-inget malah jadi mau ketawa sendiri ?…

Sekarang kawan saya itu yang satu jadi petugas KUA yang satu lagi luntang-lantung gak karuan , kasian.

Jadi kenal audiens kita is number 1, jangan sampai mengabaikan hal satu ini. Mengenal audiens adalah 50% persiapan memasuki pertarungan.

Who is Your Audience ?

Siapa yang mengenal baik audiensnya dengan sangat baik maka menjual bukan masalah lagi bagi kita, tinggal produksi, perbaiki kualitas dan dijaga, maka yang akan beli sudah siap ngantri.

Gimana cara mengetahui audiens kita ?

Alhamdulillah zaman sekarang bisnis enak bener, kita dimanjakan dengan banyaknya fasilitas gratis yang bisa dipake utk meng-upgrade bisnis.

Salah satu tool gratis utk bikin audiens kita ada di link berikut ini :

Buyer Persona

Ini bahasa inggris. Bagi yang agak-agak alergi dengan bahasa inggris bisa juga pake yg bahasa Indonesia, sila tanya mbah gugel ya, ketik aja BUYER PERSONA

Bisnis itu harus by data bukan by accident, bukan asumsi. Walau baru jalan tetap ada porsi data dan sebagian baru sedikit kira-kira yang harus divalidasi lagi.

Bagi yang sudah jalan bisnisnya seharusnya udah punya data pembeli yang beli paling banyak, berkali-kali beli kan.

Nah kalo ada data itu bisa diolah dan diperdalam BUYER PERSONAnya.

Siapa dia ? Kenapa kok sering belanja? Suka dengan produknya atau gimana? Kok kalo beli banyak dan sering ? Apa alasannya ?

Nah pertanyaan-pertanyaan yang lebih detil lagi ada di link di atas, silahkan eksplore.

Kalo uda buat, usahakan selengkap mungkin, maka itulah yang disebut audiens bisnis kita atau buyer persona bisnis kita.

Ok, ditunggu hasil ekplorasi dari masing-masing buyer personanya.

Salam perubahan

Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM Institute)

Like – Follow – Share :
RPM Institute
RPM Institute Fanpage
RPM Institute Instagram
RPM Institute Youtube
RPM Institute Linkedin
RPM Institute Pinterest
RPM Institute Channel Edukasi
RPM Institute Channel Informasi

Kontak Marketing Official kami :
Marketing Official

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *