Tentang Mindset, bagian 1

Ada hal utama yang membedakan bisnis skala Korporasi dengan bisnis skala UKM, yaitu tentang Mindset. Ini fundamental, jika UKM dapat mengadopsi mindset korporasi maka menjalankan bisnis menjadi mengasyikkan dan menantang, seperti sebuah games yang kita sukai, maka menjalankan bisnis menjadi mengenakkan, bisa-bisa lupa waktu loh, tapi ini gak boleh ya, waktunya sholat tetap harus sholat tepat waktu.

Ini beberapa mindset yang semestinya mulai sekarang harus kita (UKM) adopsi, terutama yang benar-benar mau menscaleup bisnisnya, yang mau mulai bersentuhan dengan investor atau partner lainnya.

1. Korporasi terbiasa merencanakan dahulu baru mengeksekusi.
Bicara bisnis diawal, korporasi biasanya melakukan riset pasar dulu, apakah bisnis yang akan dimasukinya benar-benar sedang naik daun/sunrise atau sedang turun. Jika diketahui ternyata pilihan bisnisnya sedang decline, pasti korporasi akan segera mengganti produk/jasanya yang mau dikembangkan.

Ada dua pengetahuan penting untuk kita (UKM) ketahui di bab ini yaitu tentang Industri dan kategori, di workshop Brandingnya pak Bi dua hal ini dibahas panjang kali lebar, tapi lumayan ikut workshopnya, 5 juta, 2 hari…..

Contoh, coba tebak kira-kira untuk produk coklat, ini masuk industri apa dan kategori apa? selanjutnya silahkan cari sendiri ya, coba riset minimal di gugel, industri dan kategori untuk produk di bawah ini:
1. Dimsumnya pak yudi
2. Baksonya pak elan, pak misbah
3. Minuman serbuk Jahenya pak Budi
4. Donatnya bu riza
5. Kebab cornernya coach Ardi
6. Jasa weddingnya coach Budi
7. Cateringnya om Riza
8. Jukajonya coach Radja

bisa cek juga, siapa saja perusahaan besar yang main di industri dan kategori yang teman-teman masuki? biar bisa benchmark, mempelajari cara main perusahaan besar itu lalu yang bisa ditiru diaplikasikan ke dalam bisnis kita.

Bisnis adalah data, so jangan males ngecek data-data ya. Data juga berarti sejarah, pengusaha yang tidak mengetahui lembaran-lembaran sejarahnya, maka dia tidak bisa merajut masa depannya.

PR nih, kerjakan dan nanti setelah semua ketemu, cek lagi apakah industrinya masih hot apa sudah adem/lagi turun atau masih ok untuk dimasuki, lalu kataegorinya cek juga, apakah masih bagus untuk dijalankan

Setelah itu, baru kita masuk ke bab selanjutnya dengan lebih detil yaitu masalah market, berapa besar pasarnya, dan pasar yang mana yang mau kita garap, anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, dll.

Nah, kegiatan inilah yang dilakukan sebuah korporasi diawal bisnisnya, dianalisa bisnisnya, kemudian baru merencanakan hal lainnya.

NB. Kuartal 1 2020, tinggal satu bulan lagi, siap-siap masuk Q2, sudahkah bikin action plan untuk masing-masing kuartal plus dengan target pencapaian salesnya?

Bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *